1. YUDI LATIF MA.PhD
''Kehidupan Bebangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara''
Semesta ini tapi dia bilang para pemimpin arif orang orang yang rif tahu di balik keragaman warna itu ketemu lima warna dasar yaitu hitam, putih, merah, kuning, biru, kata rasa makanan itu tak bertepi kemungkinan soto aja melahirkan lebih dari enam puluh varian seketo tapi bagi mereka yang arif tercerahkan tahu dibalik keragaman musik warna biru. Temukan lima war lima rasa dasar pahit, asin, manis, asam gurih, bagaimana dengan pendiri bangsa ini.
Membentuk konstitusi kita pembentuk pancasila dasar negara demokratis kita itu serba maju dari segi agama juga majemuk bukan hanya islam, tapi ada kristen ada hindu gudap penghujung penghayat dari juga etniknya beragam etnik bukan hanya etik etik yang disebut pribumi tapi juga ada unsur keturunan Tionghoa, keturunan Arab Jonan Eropa dan disana bukan hanya laki laki perempuan dan juga terjadi ragam ideologi berbasis ke bangsa basis profesi dan ketika mereka bertemu di dalam keragaman itu mereka berusaha mencari titik temu yang bisa menautkan seluruh keragaman itu dan secara ajaib kemudian mereka berdiri bangsa mampu menemukan titik yang simpel dari yang kompleks yang kemudian di dalam pidato sukarno.
2. ERISANDY YUDHISTIRA
"Penguatan literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa"
Literasi Keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya, Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai pentingnya, strategi penguatan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mahasiswa.
1. Mengapa literasi Keuangan Mahasiswa Penting?
Masa Transisi Kritis: Mahasiswa seringkali pertama kali mengelola keuangan secara mandiri, jauh dari pengawasan langsung orang tua.
Tentang Finansial Khas Mahasiswa: Biaya kuliah yang tinggi dan terus meningkat biaya hidup. Keterbatasan sumber penghasilkan tetap.
3. Dr. PULUNG SISWANTOYO, SKM.,M.KES
''Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Untuk Menentukan Solusi Terbaik''
Berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis informasi secara objektif dan membuat penilaian yang masuk akal. Berikut adalah beberapa strategi efektif untuk mengembangkan kemampuan ini:
1. Kembangkan Rasa Ingin Tahu
Ajukan pertanyaan ''Mengapa'' dan ''Bagaimana'' secara teratur, Jangankan menerima informasi begitu saja tanpa pemahaman mendalam selidiki akar masalah, bukan hanya gejalanya
2. Analisis Dari Berbagai Perspektif
Carilah pendapat dari berbagai sumber dengan sudut pandang berbeda pertimbangkan solusi alternatif sebelum membuat keputusan hindari terjebak dalam cara berpikir tunggal
3. Latih Penalaran Logis
Pelajari struktur argumen yang valid
Identifikasi kesalahan logika (logical fallacies) dalam pemikiran
Pisahkan fakta dari opini atau asumsi
4. Gunakan Kerangka Kerja Pemecahan Masalah
Terapkan metode seperti PDCA (Plan-Do-Check-Act)
Gunakan pendekatan 5 Whys untuk menemukan akar masalah
Terapkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)
5. Waspadai Bias Kognitif
Kenali bias seperti bias konfirmasi, bias anchor, dan bias ketersediaan
Carilah informasi yang mungkin bertentangan dengan keyakinan Anda
Libatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan untuk mendapatkan perspektif berbeda
6. Praktikkan Refleksi Diri
Luangkan waktu untuk merenungkan keputusan yang telah dibuat
Evaluasi hasil dari proses berpikir Anda
Pelajari dari kesalahan dan keberhasilan
7. Terlibat dalam Diskusi dan Debat
Comments
Post a Comment